Jumat

Miris! Oknum Guru Satu Atap di Tanjung Cabuli Anak Didiknya 

author photo Jumat, Agustus 19, 2022


POJOK NTB - Sat Reskrim Polres Lombok Utara, menangkap oknum Guru berinisial MG (31) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak didiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). 


Kapolres Lombok Utara melalui Kasubsi PIDM Humas Polres Lombok Utara Ipda Made Wiryawan ketika di konfirmasikan membenarkan tentang dugaan adanya tindak pidana pelecehan seksual tersebut. 


Ia mengatakan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku MG yang beralamat di Dusun Murpayung, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, 


Dan saat ini pelaku sedang diperiksa secara intensif setelah di lakukan penangkapan pada hari Selasa tanggal 16 Agustus 2022. 


"Pelaku saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Lombok Utara," kata Wiryawan kepada wartawan, jumat (19/08). 


Wiryawan mengaku belum bisa membeberkan lebih rinci mengenai kasus tersebut. Ia mengatakan terduga pelaku telah menjalani pemeriksaan untuk menguak lebih dalam atas perbuatan yang telah di lakukannya secara intensif. 


"Untuk saat ini terduga pelaku sudah di tetapkan sebagai tersangka," terangnya. 


Dikatakan pula oleh Wiryawan, menurut pelaku untuk sementara dari bulan Maret 2022 setidaknya sudah 5 orang Siswi yang telah  menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru yang mengajar di SD dan SMP satu satu Satap di Kecamatan Tanjung, KLU ini. 


"Dari 5 Siswi yang diperiksa, 4 orang di antaranya kelas V dan 1 orang kelas IV," tegas Kasubsi Humas. 


Wiryawan menambahkan dari hasil pemeriksaan awal, modus operandi dari terduga pelaku melakukan pelecahan dengan cara memerintahkan siswinya untuk membersihkan ruang kelas. Dan pada saat ruang kelas dalam keadaan kosong dan sepi disitulah terjadi pelecehan tersebut. 


"Selain dilakukan pada saat ruang kelas kosong, pelecehan juga dilakukan ketika berlangsungnya jam pelajaran, pelaku sering duduk disamping korban dan merangkul serta meraba payudara korban," jelasnya. 


Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 


Dengan sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,-. 


Atau Pasal 6 Huruf (a) Jo Pasal 4 Ayat (1) Huruf (b) Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. 


"Maka atas perbuatannya pelaku disangkakan dengan Tindak Pidana Pencabulan atau Pelecehan Seksual Terhadap Anak di bawah umur," tutupnya. (Ang)

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post